Minggu, 11 Desember 2011

SMAN 1 TANJUNG Berperang Melawan Jin

Selama kurang lebih 1 minggu, pembelajaran di SMAN 1 Tanjung tidak berjalan efektif. Hari Senin, tanggal 5 Desember 2011 siswa perempuan banyak yang mengalami kesurupan. Kita semua berasumsi bahwa penyebab kesurupan ini adalah adanya gangguan dari makhluk yang disebut dengan jin. 

Semula hanya satu dua yang mengalami kesurupan. Namun lama kelamaan jumlahnya semakin banyak hingga mencapai belasan. Gejala yang kita amati, sepertinya kesurupan tersebut bisa menular. Untuk menghindari semakin bertambahnya siswa yang kesurupan maka kepala sekolah mengambil keputusan untuk memulangkan siswa. Sementara itu pihak sekolah memanggil ustadz yang biasa menangani orang kesurupan. Satu-satu persatu siswa yang mengalami kesurupan dapat disembuhkan.


Hari berikutnya, Selasa, 6 Desember 2011, siswa masuk seperti biasa. Pada jam pertama pembelajaran berjalan normal. Pada jam kedua gejala siswa perempuan kesurupan timbul lagi. Mulai dari satu orang berkembang menjadi belasan. Lagi-lagi kepala sekolah memulangkan siswa untuk belajar di rumah. Pihak sekolah khawatir besok-besoknya masih terjadi lagi kasus siswa kesurupan. Setelah Kepala sekolah berkonsultasi kepada Dinas Dikbudpora Lombok Utara maka diputuskan pembelajaran diliburkan 2 hari (Rabu dan Kamis, 7 - 8 Desember 2011). Selama 2 hari ini sekolah berupaya mengatasi agar setelah siswa masuk pada hari Jumat, 9 Desember tidak terjadi lagi siswa kesurupan. Akhirnya diputuskan bahwa pada hari Kamis malam Jumat diadakan Dzikir dan Doa yang tujuannya memohon kepada Allah agar SMAN 1 Tanjung tidak diganggu lagi oleh jin. 

Hari Jumat, 9 Desember siswa masuk seperti biasa. Kita berharap kesurupan tidak terjadi lagi. Namun tiba-tiba pada jam ketiga terjadi lagi siswa kesurupan hingga belasan siswa, bahkan yang sebelumnya tidak kesurupan pada hari jumat ikut kesurupan. Lagi-lagi siswa dipulangkan. Pihak sekolah bermusyawarah apa yang harus dilakukan untuk menghentikan kasus ini. Akhirnya diputuskan Semua warga sekolah baik yang beragama Islam, Hindu maupun Budha melakukan doa menurut keyakinan masing-masing yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Desember 2011. Kita berharap tidak ada lagi kasus kesurupan setelah itu.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...