Jumat, 27 Februari 2026

GERAKAN BERBAGI TAKJIL PMR SMA NEGERI 1 TANJUNG DI BULAN RAMADHAN 1447 H SEBAGAI BENTUK KEPEDULIAN SESAMA

Jumat, 27 Februari 2026

Editor : Tim Media SMAN 1 Tanjung

 


Tanjung - Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain menjalankan ibadah puasa, Ramadhan juga merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan amal kebaikan, salah satunya adalah melalui Gerakan Berbagi Takjil.

 

Pada Jumat, 27 Februari 2026, PMR SMA Negeri 1 Tanjung mengadakan Gerakan Berbagi Takjil kepada masyarakat Lombok Utara. Pembagian takjil dipusatkan di depan SMA Negeri 1 Tanjung dan di depan kantor PMI Kabupaten Lombok Utara, menjelang berbuka puasa. Takjil yang dibagikan berupa makanan dan minuman.

 

Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkankan rasa kepedulian anggota PMR SMA Negeri 1 Tanjung untuk berbagi bersama masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antara sesama.

 










KEGIATAN IMTAQ SMA NEGERI 1 TANJUNG PADA BULAN RAMADHAN 1447 H

Jumat, 27 Februari 2026

Editor : Tim Media SMAN 1 Tanjung

 


Tanjung - Iman dan Taqwa merupakan hal prinsip yang perlu ditanamkan sejak dini kepada para siswa, sebuah keyakinan tentang hal-hal yang harus diimani yang nantinya melahirkan optimisme, persaudaraan, akhlaq mulia , keteguhan, kemandirian, ketepatan waktu dan sebagainya. SMA Negeri 1 Tanjung memfasilitasinya melalui program mingguan yaitu IMTAQ pagi Jum’at. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga sekolah pada pukul 08.00 – 08.25 Wita selama bulan Ramdhan 1447 H.

 

Pelaksanaan imtaq pada hari Jumat, 27 Februari 2026 untuk yang beragama Islam diisi dengan tadarus Al-Qur’an bertempat di kelas masing-masing, Imtaq untuk yang beragama Hindu bertempat di depan perpustakaan SMA Negeri 1 Tanjung yang diawali dengan membaca sloka, Japa Mantram, dan Darma Wacana, serta imtaq untuk yang beragama Buddha bertempat di Auditorium SMA Negeri 1 Tanjung yang diawali membaca Paritta, Meditasi, dan dilanjutkan dengan Dhammadesana. Pada kesempatan ini Dhammadesana di isi oleh Sugandi, S.Ag. Penyuluh Agama Buddha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Utara, beliau menyampaikan materi tentang "Seni Mencintai Diri Sendiri Melalui Kacamata Dhamma Di Era Digital" .

 

Kegiatan budaya IMTAQ ini bertujuan:

• Meningkatkan keimanan, ketaqwaan, dan akhlakul karimah pada pribadi peserta didik;

• Meningkatkan peran dan fungsi guru pendidikan agama mencapai kompetensi dan dan keterampilan yang optimal;

• Menerapkan dan mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari dalam rangka membentuk mental spiritual peserta didik yang tangguh, memiliki kepribadian yang kokoh, dan mampu menghadapi tantangan negative baik yang datang dari dalam dirinya maupun dari luar dirinya.

 









Kamis, 26 Februari 2026

PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 TANJUNG MENGIKUTI EDUKASI PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK MELALUI PROGRAM GEMERCIK SEBAGAI BENTUK IMPLEMENTASI BUDAYA SEKOLAH AMAN DAN NYAMAN

Kamis, 26 Februari 2026

Editor : Tim Media SMAN 1 Tanjung

 


Tanjung – Pada hari Selasa dan Rabu, 24 dan 25 Februari 2026, 144 siswa SMAN 1 Tanjung yang terbagi ke dalam 4 kelas mengikuti kegiatan edukasi bertajuk GEMERCIK (Gerakan Meraih Cita Tanpa Kawin Anak) yang dilaksanakan di SMAN 1 Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Program GEMERCIK merupakan bentuk implementasi/aksi nyata dari kebijakan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang diamanatkan oleh Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 yang dirilis untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif melalui pendekatan promotif dan preventif. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Lombok Utara dan bekerja sama dengan PLAN Indonesia ini difasilitasi oleh dua orang fasilitator dari Sahabat Pengadilan Kabupaten Lombok Utara pada tiap kelas dalam suasana diskusi yang partisipatif dan aman.

 

Perkawinan anak masih menjadi salah satu isu perlindungan anak di Kabupaten Lombok Utara. Praktik ini berdampak pada kesehatan, pendidikan, serta masa depan remaja. Oleh karena itu, edukasi seperti Program GEMERCIK dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja agar tidak terjebak dalam praktik perkawinan usia anak.

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang hak anak, perubahan diri pada masa pubertas, batasan diri, pencegahan kekerasan, serta pentingnya komunikasi efektif dan pencegahan perkawinan usia anak. Program ini bertujuan mendorong remaja agar mampu menjaga diri, berani berbicara, serta merencanakan masa depan tanpa terjebak dalam praktik perkawinan anak.

 

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi tentang empat hak dasar anak, yaitu hak hidup, hak tumbuh dan berkembang, hak perlindungan, serta hak partisipasi. Selain itu, peserta juga diajak memahami perubahan diri pada masa remaja, pentingnya batasan diri dan persetujuan, serta cara mengenali berbagai bentuk kekerasan dan langkah berani melapor melalui prinsip “NO! GO! TELL!”.

 

Memasuki hari kedua, kegiatan berfokus pada pencegahan perkawinan anak dan komunikasi efektif. Peserta mempelajari dampak kesehatan, psikologis, sosial, dan ekonomi dari perkawinan usia anak serta memahami bahwa usia minimal menikah adalah 19 tahun. Melalui simulasi dan role play, peserta juga mempraktikkan gaya komunikasi pasif, agresif, dan asertif untuk membangun keberanian menyampaikan pendapat secara sehat dan saling menghargai.

 

Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif dengan model vibrant, yang terdiri dari pembukaan, imajinasi, mengungkapkan, dialog, rangkuman, dan refleksi. Peserta dibagi menjadi lima kelompok untuk berdiskusi, membuat poster, serta mempresentasikan hasil pemikiran mereka. Suasana diskusi dirancang terbuka dan tidak menghakimi agar remaja merasa nyaman berbagi pandangan.

 

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan semakin memahami bahwa mereka memiliki hak untuk dilindungi, didengar, dan meraih cita-cita. Program GEMERCIK bersama Sahabat Pengadilan Kabupaten Lombok Utara menjadi salah satu upaya edukatif dalam membangun kesadaran remaja agar berani menjaga diri, menunda perkawinan hingga siap secara fisik dan mental, serta membangun komunikasi yang sehat dalam kehidupan sehari-hari.

 













Senin, 23 Februari 2026

KEGIATAN PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 1 TANJUNG SELAMA BULAN RAMADHAN 1447 H

Senin, 23 Februari 2026

Editor : Tim Media SMAN 1 Tanjung

 


Tanjung – Senin, 23 Februari 2026 merupakan hari pertama masuk sekolah pada bulan Ramadhan 1447 H. Berdasarkan surat edaran dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi NTB mengenai penyesuaian kegiatan belajar mengajar pada bulan Ramadhan 1447 H, jadwal KBM dilaksanakan dari tanggal 23 Februari s.d. 14 Maret 2026 dan pembelajaran dimulai dari pukul 08.00-12.30 Wita.

 

Selama Bulan Ramadhan, 25 menit pertama sebelum mulai pembelajaran diisi dengan tadarus Al-Qur’an untuk peserta didik SMA Negeri 1 Tanjung yang beragama Islam, membaca Sutta untuk peserta didik yang beragama Buddha, dan membaca kitab suci Weda untuk peserta didik yang beragama Hindu. Kegiatan tersebut dilaksanakan di didalam kelas untuk peserta didik yang beragama Islam dan Hindu, serta di Auditorium untuk peserta didik yang beragama Buddha.

 

Kegiatan belajar mengajar diakhiri dengan shalat dzuhur berjamaah dan kultum bagi peserta didik yang beragama Islam, sedangkan untuk peserta didik yang beragama Hindu dan Buddha melaksanakan imtaq siang di ruang kelas SMA Negeri 1 Tanjung.

 





















Jumat, 20 Februari 2026

KEGIATAN TIRTA YATRA SMA NEGERI 1 TANJUNG

Jumat, 20 Februari 2026

Editor : Tim Media SMAN 1 Tanjung

 


Tanjung – Pada Selasa dan Rabu, 17 dan 18 Februari 2026, 40 peserta didik kelas XII beragama Hindu dan guru Agama Hindu SMA Negeri 1 Tanjung melaksanakan kegiatan Tirta Yatra ke Pura Mayura, Pura Meru, Pura Suranadi, Pura Lingsar, dan Pura Batu Bolong. Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebelum pelaksanaan ujian sekolah yang akan dilaksanakan pada minggu kedua bulan April 2026 ini merupakan bagian dari pembinaan spiritual dan karakter siswa untuk meningkatkan sraddha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus menguatkan Dimensi Profil Lulusan dalam Kurikulum Merdeka, khususnya dimensi Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

 

Tirta Yatra berasal dari kata Tirta dan Yatra. Tirta berarti air suci sumber kehidupan dan Yatra berarti perjalanan. Jadi, Tirta Yatra berarti perjalanan suci mengunjungi tempat-tempat suci untuk mendapatkan air suci guna membersihkan diri dan bertemu serta mendapatkan pencerahan setelah bertemu orang-orang suci. Tirta Yatra juga merupakan kunjungan keagamaan mengunjungi tempat-tempat suci sebagai bakti dan rasa terima kasih kita dengan didasari hati yang tulus ikhlas. Hal ini dilakukan agar kita sebagai umat Hindu dapat lebih mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa.

 

Melalui persembahyangan dan refleksi spiritual di Pura Mayura, Pura Meru, Pura Suranadi, Pura Lingsar, dan Pura Batu Bolong ini, diharapkan siswa dapat belajar teguh dalam keyakinan, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sebagai bekal menuju lulusan yang berkarakter dan berdaya saing.

 












Alexa Rank

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...