Senin, 2 Februari 2026
Editor : Tim Media SMAN 1 Tanjung
Tanjung – Pada tanggal 30-31 Januari 2026 dan 1 Februari
2026, PMR SMA Negeri 1 Tanjung menggelar kegiatan Pendidikan dan Pelatihan
Dasar (Diklatsar) dengan tema “Bersatu Dalam Solidaritas, Peduli Tanpa Batas Demi
Siaga Untuk Sesama”. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium SMA Negeri 1
Tanjung ini diikuti oleh 88 siswa anggota ekstrakurikuler PMR SMA Negeri 1
Tanjung dan didampingi oleh relawan PMI Kabupaten Lombok Utara dan Pembina
ekstrakurikuler PMR SMA Negeri 1 Tanjung.
Diklatsar ini telah menjadi perjalanan penuh makna bagi para
peserta. Kegiatan ini bukan hanya sekedar pelatihan, tetapi juga pembentukan
karakter yang mengajarkan kedisiplinan, tanggap, kerja sama, dan kepedulian
terhadap sesama. Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk membekali para anggota
PMR dengan pengetahuan dasar dan keterampilan yang diperlukan sebagai relawan.
Dengan pendekatan pendidikan dan latihan dasar, kegiatan ini memberikan peluang
kepada para peserta untuk mengembangkan potensi kepemimpinan, keterampilan
komunikasi, serta rasa empati. DIKLATSAR PMR menjadi momen penting dalam
membentuk generasi muda yang siap menjadi pilar utama dalam membantu dan
memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Dengan semangat yang membara,
setiap peserta belajar menjadi pribadi yang tangguh dan siap menghadapi berbagai
tantangan.
Diklatsar PMR juga merupakan komponen kunci dalam
implementasi 3 Pilar Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMA Negeri 1
Tanjung. PMR berperan sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan
sekolah yang aman, siaga, dan tangguh bencana. Pada pilar pertama yaitu
fasilitas sekolah aman, anggota PMR yang telah dilatih mampu melakukan pemetaan
risiko, mengidentifikasi lokasi aman, dan memastikan sarana pertolongan pertama
(P3K) tersedia dan siap digunakan sehingga terciptanya lingkungan fisik sekolah
yang aman dan minim risiko cedera. Pada pilar kedua yaitu manajemen bencana di
sekolah, PMR menjadi pelopor dalam penyusunan prosedur operasi standar (SOP)
kedaruratan, evakuasi, dan simulasi bencana secara berkala sehingga warga
sekolah mengetahui apa yang harus dilakukan (siaga) saat bencana terjadi,
sehingga korban jiwa dapat diminimalisir. Dan pada pilar ketiga yaitu
pendidikan pengurangan risiko bencana, melalui materi pertolongan pertama
(P3K), tandu, evakuasi, dan pendidikan kesehatan, anggota PMR menjadi edukator
sebaya (peer educator) yang menyebarkan pengetahuan kesiapsiagaan kepada siswa
lainnya sehingga terbentuknya budaya siaga bencana dan peningkatan kapasitas
individu dalam menghadapi bencana.
Pada hari pertama (Jumat, 30 Januari 2026) kegiatan
Diklatsar diawali dengan pembukaan oleh Ketua PMI Kabupaten Lombok Utara
sekaligus Kepala SMA Negeri 1 Tanjung, Fatmawati, S.Ag., M.M. Dilanjutkan dengan materi Pengurangan
Resiko Bencana (PRB) yang disampaikan oleh Ahmad Sofyan.
Pada hari kedua (Sabtu, 31 Januari 2026) peserta kembali
mendapatkan materi Pertolongan Pertama (PP) tentang bagaimana cara mengevakuasi
korban yang disampaikan oleh Ansari Firmansyah dan materi Perawatan Keluarga
(PK) oleh Alinda Nisa. Dilanjutkan dengan latihan tandu tenda yang dipandu oleh
Anggi Zulhaedi dan materi Sejarah Gerakan Kepalangmerahan yang membahas tentang
latar belakang adanya palang merah dan perkembangan palang merah internasional
oleh Lalu Supratman.
Pada hari ketiga (Minggu, 1 Februari 2026) anggota PMR SMA
Negeri 1 Tanjung melakukan kegiatan renungan malam yang didampingi oleh relawan
PMI kabupaten Lombok Utara dari pukul 03.00 – 05.00 Wita. Dilanjutkan dengan kegiatan
halang rintang dan senam bersama, materi Kepemimpinan oleh Ahwal, dan penutupan.
Terima kasih kepada seluruh anggota PMR yang telah mengikuti
dan menyelesaikan kegiatan DiklatSAR PMR dengan penuh tanggung jawab. Semoga
ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan dalam
kegiatan kepalangmerahan serta kehidupan sehari-hari.






.jpeg)


.jpeg)







.jpeg)










Tidak ada komentar:
Posting Komentar