TINGKATKAN KESADARAN KESELAMATAN LISTRIK SEJAK DINI, PLN EDUKASI SISWA SMAN 1 TANJUNG
Senin, 28 September 2026
Editor : Tim Media SMAN 1 Tanjung
Tanjung — Dalam upaya membangun budaya keselamatan
ketenagalistrikan sejak dini, perwakilan pegawai PT PLN (Persero) Unit Induk
Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Barat (NTB), Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan
(UP3) Mataram, dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjung menggelar kegiatan
sosialisasi bahaya listrik serta pengenalan produk PLN di SMAN 1 Tanjung, Senin
(28/9/2026).
Kegiatan edukatif yang berlangsung interaktif ini diikuti
oleh siswa-siswi kelas XI 5 SMAN 1 Tanjung. Kehadiran tim gabungan PLN tersebut
disambut antusias oleh para siswa dan pihak sekolah yang ingin memahami lebih
dalam mengenai pemanfaatan energi listrik secara aman dan efisien.
Sosialisasi ini diselenggarakan bertujuan untuk meningkatkan
pemahaman serta kesadaran generasi muda mengenai pentingnya keselamatan dalam
memanfaatkan tenaga listrik (K3 Ketenagalistrikan). Mengingat listrik telah
menjadi kebutuhan utama sehari-hari, edukasi mengenai potensi risiko dan bahaya
penanganan yang keliru menjadi hal mendasar yang wajib diketahui masyarakat,
khususnya pelajar.
Dalam pemaparannya, tim PLN memberikan penjelasan
komprehensif yang meliputi:
- Potensi
Bahaya Listrik: Memahami risiko korsleting, tersengat listrik (strum),
hingga bahaya kebakaran akibat instalasi listrik yang tidak standar atau
penumpukan steker.
- Penggunaan
Instalasi Listrik yang Aman: Tata cara mengoperasikan alat-alat
elektronik secara benar baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.
- Pencegahan
Kecelakaan Listrik: Langkah-langkah preventif, seperti tidak
mengoperasikan alat listrik dengan tangan basah, menjauhkan bangunan/pohon
dari jaringan listrik, dan pentingnya menggunakan peralatan berstandar
SNI.
- Pengenalan
Produk & Layanan PLN: Edukasi mengenai kemudahan akses layanan
ketenagalistrikan terkini, termasuk pemanfaatan aplikasi PLN Mobile
untuk pembelian tiket/pulsa listrik, pembayaran tagihan, hingga pelaporan
gangguan secara cepat dan praktis.
Melalui interaksi langsung dan sesi tanya jawab yang dinamis, para siswa kelas XI 5 SMAN 1 Tanjung diajak untuk menjadi "duta keselamatan listrik" bagi keluarga dan lingkungan sekitar mereka.
Pihak PLN berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai
pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata dalam
kehidupan sehari-hari. Dengan terbentuknya pemahaman dan budaya keselamatan
ketenagalistrikan sejak jenjang sekolah, diharapkan angka kecelakaan akibat
listrik di lingkungan sekolah maupun masyarakat umum dapat ditekan semaksimal
mungkin.





.jpeg)







Komentar
Posting Komentar