MENYINGKAP MAKNA KEMATIAN DAN IDENTITAS MELALUI NISAN KUNO: TIM RISET VAIVASVATA GELAR DISEMINASI "ANTAKAPURA RI GUMI SASAK" DI SMAN 1 TANJUNG
Kamis, 15 Oktober 2026
Editor : Tim Media SMAN 1 Tanjung
Tanjung — Menggali jejak peradaban dan memahami cara
masyarakat masa lalu memaknai kehidupan serta kematian, Tim Riset Vaivasvata
sukses menyelenggarakan kegiatan diseminasi hasil penelitian bertajuk "Antakapura
ri Gumi Sasak: Nisan-nisan Kuno Berhias di Lombok" pada Kamis
(15/10/2026). Acara yang berlangsung di Kelas XI 1 SMAN 1 Tanjung ini membuka
ruang diskusi hangat mengenai peninggalan bersejarah di tanah Sasak.
Tim Riset Vaivasvata merupakan salah satu penerima manfaat Dana
Indonesia Raya, sebuah program pendanaan kebudayaan bergengsi di bawah
naungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Lembaga
Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Melalui dukungan pendanaan ini, riset
mendalam mengenai warisan budaya lokal dapat terselenggara dan hasilnya
dibagikan secara langsung kepada generasi muda dan masyarakat luas.
Melalui diseminasi ini, nisan tidak hanya dipandang sebagai
benda tinggalan arkeologis mati atau penanda kubur belaka, melainkan sebagai
sebuah teks budaya yang kaya makna. Diskusi menekankan bagaimana ornamen dan
hiasan pada nisan-nisan kuno di Lombok menyimpan ragam pengetahuan
berharga—mulai dari simbol identitas, sistem kepercayaan, struktur hubungan
sosial, hingga filosofi masyarakat Sasak dalam memaknai arti sebuah kematian.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi pemaparan dan
tanya jawab. Pemilihan lingkungan sekolah seperti SMAN 1 Tanjung sebagai lokasi
diseminasi bertujuan untuk memantik kesadaran sejarah serta menumbuhkan rasa
bangga terhadap warisan leluhur di kalangan pelajar sejak dini. Kegiatan ini
diharapkan dapat menjadi pemicu lahirnya riset-riset kebudayaan lanjutan yang
berakar pada kearifan lokal Nusantara.








Komentar
Posting Komentar